BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Mahasiswa tingkat akhir di Fakultas PBI Universitas Pekalongan (Unikal) memiliki kewajiban untuk melakukan penelitian ilmiah di bidang ilmunya masing-masing. Rencana penelitian mahasiswa dituangkan dalam bentuk Proposal skripsi, sedangkan hasil penelitian dituangkan dalam Skripsi.
Mahasiswa dapat mengungkapkan pemikirannya lewat karya tulis ilmiah seperti skripsi secara sistematis sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan. Skripsi ini juga merupakan wahana komunikasi hasil penelitian ilmiah dengan masyarakat akademik untuk diuji secara terbuka dan objektif serta mendapatkan koreksi dan kritik.
Selain sebagai wahana komunikasi, skripsi juga merupakan wahana untuk menyajikan nilai-nilai praktis dan teoritis hasil pengkajian dan penelitian ilmiah. Dengan sifat dan kedudukan seperti ini maka skripsi akan memperkaya khasanah keilmuan dan memperkokoh paradigma keilmuan pada bidang yang relevan.
Dengan tetap mengacu kepada permikiran sebagaimana dikemukakan di atas maka skripsi di Fakultas Ekonomi UMSU dapat dikatakan mengemban dua misi utama yaitu :
a. Sebagai wahana untuk melatih para mahasiswa di dalam mengungkapkan hasil pemikirannya secara sistematis dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
b. Memberikan konstribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya pengetahuan dalam bidang ekonomi.
Agar proses penelitian dan penyusunan skripsi berjalan dengan baik maka disusunlah buku pedoman ini untuk memberikan suatu pedoman umum kepada para mahasiswa dalam melakukan penulisan ilmiah.
1.2. Prosedur Penyusunan Skripsi
Prosedur penyusunan skripsi adalah tahapan-tahapan yang harus dilakukan mahasiswa selama melakukan penelitian. Prosedur tersebut dikelompokkan menjadi 3 bagian yakni: a). pengajuan judul penelitian; b). seminar proposal penelitian; dan 3). sidang meja hijau.
a. Pengajuan Judul Penelitian
Pengajuan judul penelitian merupakan proses mendiskusikan topik/tema penelitian kepada pimpinan program studi dan calon dosen pembimbing. Langkah-langkah pengajuan judul penelitian adalah sebagai berikut:
1) Mahasiswa telah menempuh 110 beban SKS dan lulus mata kuliah Metodologi Penelitian minimal C, dibuktikan dengan transkrip nilai terakhir.
2) Mahasiswa telah mengikuti praseminar minimal 3 kali, dibuktikan dengan kartu seminar.
3) Mahasiswa membawa draft kerangka pemikiran penelitian kepada pimpinan program studi untuk didiskusikan, beserta literatur pendukung yang relevan dengan topik penelitian (minimal 3 literatur).
4) Mahasiswa mendiskusikan topik penelitian kepada calon pembimbing penelitian.
5) Mahasiswa mengurus surat penelitian pendahuluan (prariset) untuk mengidentifikasi masalah ke lokasi penelitian.
6) Mahasiswa menyusun proposal dan mendiskusikannya kepada calon dosen pembimbing.
7) Mahasiswa mendaftarkan/mengagendakan judul penelitian kepada pimpinan program studi.
b. Seminar Proposal Penelitian
1) Mendaftarkan diri untuk mengikuti seminar proposal selambat-lambatnya 1 bulan setelah mendaftarkan/mengagendakan judul penelitian.
2) Mengikuti seminar proposal.
3) Menyempurnakan proposal berdasarkan rekomendasi dari hasil seminar proposal.
4) Mengesahkan proposal kepada Dosen Pembimbing, Pembanding, dan Pimpinan Program Studi dan Pembantu Dekan I, selambat-lambatnya 1 bulan dari masa seminar proposal.
c. Pengajuan Sidang Meja Hijau
1) Mendaftarkan diri untuk mengikuti sidang meja hijau selambat-lambatnya 6 bulan setelah pengesahan proposal penelitian.
2) Mengikuti sidang meja hijau.
3) Mengesahkan skripsi hasil sidang meja hijau kepada dosen pembimbing, penguji, Dekan dan Pembantu Dekan I.
Prosedur penyusunan skripsi di atas harus ditaati dengan ketat oleh mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi tepat pada waktunya.
BAB II
PROPOSAL SKRIPSI
2.1. Pengertian Proposal Penelitian Skripsi
Proposal penelitian untuk skripsi merupakan suatu rancangan penelitian yang akan dilakukan sebagai bahan utama penulisan skripsi mahasiswa. Rancangan ini harus diseminarkan untuk penyempurnaan sehingga akan sangat membantu mahasiswa dalam melaksanakan penelitian di lapangan sekaligus membantu kelancaran mengumpulkan bahan skripsinya.
2.2. Karakteristik Proposal Skripsi
Proposal penelitian mahasiswa memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :
a. Merupakan suatu rancangan pokok penelitian yang akan dilakukan guna mengumpulkan bahan penulisan skripsi.
b. Memperlihatkan kemampuan mahasiswa terhadap permasalahan yang akan diteliti dan pendekatan atau metode yang digunakan dalam penelitian tersebut.
c. Ruang lingkup proposal sesuai dengan bidang kajian akademis mahasiswa.
d. Rancangan penelitian mengacu kepada permasalahan aktual dan memiliki kontribusi bagi pengembangan ilmu maupun kepentingan praktisi di lapangan.
2.3. Sistematika Proposal
Rancangan atau proposal penelitian untuk skripsi mahasiswa terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut :
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
B. Identifikasi masalah
C. Batasan dan rumusan masalah
D. Tujuan dan manfaat penelitian.
BAB II. LANDASAN TEORI
A. Uraian teori
B. Kerangka konseptual (jika ada)
C. Hipotesis (jika ada)
BAB III. METODE PENELITIAN
A. Pendekatan penelitian
B. Definisi operasional variabel
C. Tempat dan waktu penelitian
D. Populasi dan sampel
E. Teknik pengumpulan data
F. Teknik analisis data
DAFTAR PUSTAKA
Penjelasan setiap bab dan subbab dari sistematika proposal di atas selanjutnya dapat dipahami pada bab III (skripsi) di dalam buku pedoman ini.
A. Latar belakang masalah
Latar Belakang Permasalahan merupakan kunci dari sebuah proposal penelitian. Karena logika penelitian dilakukan berdasar adanya fenomena problematik yang harus diatasi. Sehingga latarbelakang harus menunjukkan sistematika yang menjurus ke arah pemilihan suatu masalah tertentu. Masalah tersebut tentunya yang penting dan menarik untuk dilakukan penelitian. Pada tahap ini, peneliti sudah dapat mengidentifikasi awal permasalahan utamanya serta faktor-faktor utama yang menjadi penyebabnya. Pada kondisi ini sudah dapat diketahui variabel terikat (dependent) sebagai akibat dari variabel pengaruh variabel bebas (independent) .
Teknik penulisan Latar Belakang Permasalahan dalam penelitian dimulai dari pengungkapan secara sistematis deskripsi masalah secara makro pada tingkat global menuju permasalahan yang bersifat mikro yang terjadi di lokasi penelitian. Penulisan masalah ini dilakukan dengan memaparkan variabel terikat (dependent) sebagai pokok pikiran utama dan variabel bebas (independent) sebagai pokok pikiran penjelas.
Unsur pokok yang harus ada dalam penulisan Latar Belakang Permasalahan adalah perlunya menonjolkan bahwa masalah itu sangat penting untuk diatasi dan menarik untuk diteliti. Sehingga fenomena problematika yang akan kita bahas menunjukkan tingkat seriousness of the problem. Tingkat keseriusan masalah ini dapat dilihat dari aspek kegawatan karena sifatnya dapat mengancam jiwa, luasnya wilayah yang terkena dampak masalah, aspek teknologi atau aspek kecemasan yang menimpa pada masyarakat. Aspek ini tentunya harus didukung data pendukung yang meyakinkan. Untuk keperluan data, maka sumber-sumber pustaka seperti jurnal ilmiah, laporan penelitian, publikasi pemerintah sangatlah penting.
Masalah yang sering dijumpai, pada awal-awal penulisan Latar Belakang Permasalahan adalah awal yang terlalu lebar dan tidak terstruktur. Meskipun konsep pembahasan dalam Latar Belakang Permasalahan itu mengikuti pola piramida terbalik, namun awal yang terlalu lebar menyebabkan kita dapat kehilangan fokus. Dengan pembahasan secara terstruktur mengikuti pola tersebut, memungkinkan kita memperoleh akhir yang mengerucut pada suatu masalah utama.
B. Identifikasi masalah
Salah satu tugas peneliti yang sangat menentukan keberhasilan kegiatan penelitiannya adalah mengidentifikasi dan merumuskan masalah penelitan. Hal ini mengandung pengertian, bahwa rumusan masalah penelitian memiliki kedudukan yang sangat penting dalam membawa konsekuensi pada tahapan proses penelitian berikutnya.
Seorang peneliti yang tidak mengetahui secara pasti apa masalah penelitian yang dihadapi, sama halnya dengan orang yang tidaktahu tentang apa yang harus diperbuat. Karena rumusan masalah yang jelas dan tajam, akan membimbing penelitiiuntuk pengembangan tujuan, kerangka teoitik, perumusan hipotesis, identifikasi variable penelitian, pemilihan rancangan dan jenis penelitian.
Namun persoalan dasar, yang harus dimengerti adalah apa yang dimaksud dengan rumusan masalah penelitian, bagaimna cara mengidentifikasi dan merumuskan masalah penelitan, serta dari mana peneliti dapat memperoleh sumber-sumber permasalahan di bidang kesehatan.
Bagaimna masalah penelitian itu muncul? Permasalahan akan muncul jika ada kesenjangan antara teori (what should be) atau harapan dengan kenyataan yang dijumpai (what is)
Namun, tidak semua kesenjangan dapat dikembangkan menjadi permasalahan penelitian? Ternyata tidak semuanya. Ada kondisi-kondisi yang harus dipenuhi agar sebuah kesenjangan dapat dikembangkan menjadi permasalahan penelitian. Kondisi itu adalah:
Adanya kesenjangan antara kenyataan dengan teori atau hasil penelitian terdahulu
Dari kesenjangan itu dpt dikembangkan pertanyaan, mengapa kesenjangan itu terjadi.
Pertanyaan tersebut memungkinkan untuk dijawab, dan jawabannya lebih dari satu kemungkinan
Dengan demikian pengertian permasalahan penelitian adalah pertanyaan tentang situasi problematik yang timbul dari kesenjangan antara kenyataan dengan teori atau hasil penelitian terdahulu, yang memungkinkan untuk dijawab, dan jawabannya lebih dari satu.
BAB III
S K R I P S I
3.1. Pengertian Skripsi
Skripsi merupakan karya ilmiah akhir dari mahasiswa guna menyelesaikan program S1 di Fakultas Ekonomi UMSU. Skripsi tersebut sebagai bukti kemampuan akademis mahasiswa yang berhubungan dengan penelitian dan pemecahan masalah-masalah bidang ekonomi. Atas dasar itu maka skripsi yang disusun mahasiswa harus dipertahankan dalam suatu ujian akhir guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi.
3.2. Karakteristik Skripsi
Beberapa karakteristik pokok yang perlu dimiliki dalam penyusunan skripsi mahasiswa, antara lain :
a. Disusun berdasarkan hasil kajian literatur dan atau pengamatan lapangan.
b. Ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar berdasarkan ejaan yang disempurnakan.
c. Bidang kajian difokuskan kepada permasalahan ekonomi dan upaya pemacahannya, baik dalam lingkup mikro maupun makro.
3.3. Sistematika Skripsi
Skripsi yang disusun mahasiswa terdiri dari tiga bagian pokok seperti berikut ini.
a. Bagian Awal
1. Sampul
2. Halaman judul
3. Halaman pengesahan
4. Halaman pernyataan
5. Halaman abstrak
6. Halaman kata pengantar
7. Halaman daftar isi
8. Halaman daftar tabel
9. Halaman daftar gambar
10. Halaman daftar lampiran
b. Bagian Inti
1. Bab I. Pendahuluan
2. Bab II. Landasan Teori
3. Bab III. Metode Penelitian
4. Bab IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan
5. Bab V. Kesimpulan dan Saran
c. Bagian Akhir
1. Daftar pustaka
2. Daftar riwayat hidup
3. Lampiran-lampiran
3.4. Penjelasan Sistematika
Penjelasan berikut ini bertujuan agar memudahkan pemahaman mahasiswa dalam menyusun laporan hasila penelitian atau skripsi dengan baik.
a. Bagian Awal
1). Sampul
Sampul skripsi dari karton berwarna kuning kunyit (untuk program studi Manajemen, Akuntansi dan Studi Pembangunan) dan warna merah untuk program studi Manajemen Perpajakan (D3). Halaman sampul memuat judul skripsi, logo lembaga, nama lengkap, NPM penulis, lembaga serta tempat dan tahun (lihat lampiran).
2). Halaman Judul
Halaman ini memuat judul skripsi dan seterusnya sebagaimana halnya halaman sampul. Pada halaman judul ini dituliskan pula maksud dari penulisan skripsi yakni untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi UMSU (lihat lampiran).
3). Halaman Pengesahan
Pada halaman ini berisi judul skripsi, nama penulis, NPM serta pihak yang mengesahkan (para pembimbing skripsi) dan diketahui oleh ketua jurusan. Nama pembimbing dan ketua jurusan ditulis lengkap dengan gelarnya.
4). Halaman Pernyataan
Pada halaman ini berisi pernyataan mahasiswa tentang orisinalitas penelitian dan sanksi pelanggaran (lihat lampiran).
5). Abstrak
Abstrak merupakan uraian singkat tetapi lengkap dan ditulis dalam bahasa Indonesia. Abstrak terdiri dari dua bagian yaitu bagian identitas yang berisi nama penulis, nomor pokok mahasiswa, judul skripsi dan tahun penulisan serta bagian isi abstrak yang berisi uraian singkat tentang tujuan penelitian, pendekatan yang digunakan, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, hasil penelitian dan kata kunci (keyword).
Bagian identitas abstrak diketik hanya dengan satu spasi, nama penulis diketik dengan huruf besar, sedangkan judul hanya huruf awal dari setiap kata yang diketik dengan huruf besar kecuali kata sambung. Bagian isi abstrak diketik dengan satu spasi dan panjang abstrak tidak lebih dari 200-400 kata (lihat lampiran).
6). Kata Pengantar
Kata pengantar berisi uraian yang mengantarkan penulis kepada permasalahan yang dikajinya. Dalam kata pengantar ini penulis dapat mencantumkan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berjasa atau membantu penyelesaian skripsinya.
7). Daftar Isi
Daftar isi ditulis secara rinci memuat sistematika skripsi dengan menyertakan halaman pada sudut kanan. Jarak antar bab adalah dua spasi, sedangkan antar sub bab berjarak satu spasi. Judul bab ditulis dengan huruf besar dan sub bab hanya huruf awalnya saja yang ditulis dengan huruf besar kecuali kata sambung (lihat lampiran).
8). Daftar Tabel
Daftar tabel memuat nomor tabel, nama tabel dan halaman yang diletakkan pada sudut kanan. Nomor tabel ditulis terdiri dari dua kelompok, angka pertama dengan angka romawi menunjukkan bab dan angka berikutnya dengan angka arab setelah tanda pemisah menunjukkan nomor tabel. Contoh tabel nomor 1 para bab II diberi nomor “II-1”. Jarak antar tabel diketik dua spasi dan untuk judul yang menggunakan lebih dari satu baris diketik satu spasi.
9). Daftar Gambar
Daftar bagan, gambar, grafik, peta diketik seperti daftar tabel. Daftar isi, daftar tabel dan daftar bagan masing-masing ditulis pada halaman tersendiri.
b. Bagian Inti
1). Bab I. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan bagian awal skripsi yang memberikan gambaran tentang :
a) Latar belakang masalah
Latar belakang masalah adalah bagian yang mengemukakan arti penting mengapa penelitian dilakukan berdasarkan konsep-konsep ilmiah dan atau data-data empiris yang diperoleh dari penelitian pendahuluan (prariset).
b) Identifikasi masalah
Identifikasi masalah merupakan bagian yang mengemukakan permasalahan-permasalahan berdasarkan penelitian pendahuluan (prariset) yang disimpulkan dari kajian-kajian di dalam latar belakang masalah.
c) Batasan dan rumusan masalah
(1) Batasan masalah berisi tentang ruang lingkup masalah yang akan menjadi fokus kajian penelitian dari sekian banyak masalah yang teridentifikasi. Bagian ini juga dapat memuat tentang batasan lainnya yang relevan.
(2) Rumusan masalah penelitian adalah bagian yang berisi tentang pertanyaan-pertanyaan penelitian untuk mengarahkan kemana sebenarnya penelitian akan ditujukan.
d) Tujuan dan manfaat penelitian latar belakang masalah
(1) Tujuan penelitian relevan dengan rumusan masalah, tujuan penelitian mengemukan segala hal yang ingin dicapai oleh mahasiswa di dalam penelitiannya.
(2) Manfaat penelitian berisi tentang segala hal yang dapat berguna apabila tujuan penelitian telah tercapai.
2). Bab II. Landasan Teori
Bab ini terdiri dari tiga bagian yang saling berkaitan yaitu kajian teori yang harus diuraikan secara cermat, kerangka konseptual dan hipotesis (bagi penelitian yang menggunakan hipotesis).
a) Kajian teoritis
Bab ini berisi kutipan referensi atau teori-teori yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Di dalamnya dapat dikemukakan hal-hal yang sejalan atau bertentangan dengan pendapat atau teori lain sehingga jelas alasannya mengapa suatu teori tersebut digunakan oleh penulis. Penelitian terdahulu yang relevan juga diperlukan pada bagian ini.
b) Kerangka konseptual
Bagian ini memperlihatkan kaitan antar variabel yang akan diteliti yang diperkuat dengan teori atau fakta empiris. Untuk penelitian yang bersifat deskriptif (variabel mandiri) maka subbab ini tidak perlu dikemukakan.
c) Hipotesis
Hipotesis dirumuskan berdasarkan kerangka konseptual yang selanjutnya harus diuji kebenarannya melalui analisis data penelitian. Untuk penelitian yang bersifat deskriptif (variabel mandiri) maka subbab ini tidak perlu dikemukakan.
3). Bab III. Metode Penelitian
Bab ini berisi metode-metode yang digunakan dalam penelitian, antara lain meliputi :
a). Pendekatan penelitian
Pendekatan penelitian merupakan penjelasan tentang jenis penelitian yang digunakan. Misalnya pendekatan kuantitatif atau kualitatif; pendekatan deskriptif, asosiatif atau komparatif; dan sebagainya.
b). Definisi operasional variabel
Definisi operasional bertujuan untuk mengoperasionalisasikan variabel dalam bentuk ukuran-ukuran dari variabel penelitian, misalnya dimensi/indikator/kriteria tertentu berdasarkan rujukan dari suatu referensi.
c). Tempat dan waktu penelitian
Bagian ini mengemukakan tempat atau lokasi dimana penelitian dilakukan. Selain itu perlu pula dikemukakan waktu penelitian menurut tahapan penelitian yang disajikan di dalam tabel jadwal penelitian.
d). Populasi dan sampel
Populasi penelitian berisi tentang apa atau siapa target populasi penelitian, dan berapa jumlah elemen populasi (jika diketahui). Sampel penelitian memuat tentang teknik pengambilan sampel yang digunakan, unit sampel, dan penentuan jumlah sampel berdasarkan rumus atau tabel-tabel tertentu (jika diperlukan). Apabila penelitian tidak menggunakan sampel maka subbab ini diganti dengan subbab “sumber data”, berisi tentang data primer, data sekunder, atau kedua-duanya.
e). Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data merupakan bagian yang berisi tentang cara mengumpulkan data penelitian dan instrumennya, misalnya angket, wawancara, observasi, studi dokumentasi, atau kombinasi dari keempatnya.
f). Teknik analisis data
Bagian ini mengemukakan cara menganalisis data penelitian untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam rumusan masalah. Hal-hal penting yang perlu dikemukakan di bagian ini adalah mengenai: jenis analisis data penelitian, alat-alat uji statistik yang relevan (jika ada), cara penarikan kesimpulan atau kriteria pengujian hipotesis (jika ada).
4). Bab IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab ini terdiri dari dua bagian besar yaitu :
a). Hasil penelitian
Bagian ini mendeskripsikan data untuk setiap variabel penelitian berdasarkan data yang telah dikumpulkan selama proses pengumpulan data.
b). Pembahasan
Pada bagian ini penulis membahas atau menganalisis hasil penelitian berdasarkan data yang telah dideskripsikan sebelumnya, serta membandingkannya dengan teori-teori atau penelitian-penelitian yang relevan. Bagi penelitian yang menggunakan hipotesis maka perlu dilakukan pengujian hipotesis di dalam bagian ini. Pembahasan penelitian harus pula mampu membahas dan menjawab segala pertanyaan yang ada di dalam rumusan masalah.
5). Bab V. Kesimpulan dan Saran
Bab ini berisi tentang dua bagian, yaitu:
a). Kesimpulan
b). Saran
Kesimpulan berisi jawaban dari seluruh rumusan masalah penelitian berdasarkan hasil pembahasan pada bab sebelumnya. Selanjutnya, penulis dapat memberikan memberikan saran-saran atau rekomendasi berdasarkan hasil temuan yang ada di dalam kesimpulan.
c. Bagian Akhir
1). Daftar Pustaka
Daftar pustaka hanya berisi sumber-sumber tertulis yang dikutip dan digunakan dalam skripsi, karena itu sumber tertulis lain yang tidak dikutip meskipun pernah dibaca penulis dalam kaitannya dengan penulisan skripsinya tidak perlu dimasukkan dalam daftar pustaka.
2). Daftar Riwayat Hidup
Riwayat hidup penulis ditulis dapat dalam bentuk butir per butir maupun dalam bentuk essai padat yang antara lain memuat nama, tempat dan tanggal lahir, data orang tua penulis, riwayat pendidikan, pengalaman kerja dan tanda penghargaan yang pernah diterima.
3). Lampiran-lampiran
Lampiran berisi dokumen yang berhubungan dengan variabel penelitian, instrumen atau alat pengumpul data, ringkasan hasil pengolahan data, peta atau gambar termasuk gambaran umum perusahaan, struktur organisasi dan deskripsi kerja. Setiap lampiran diberi nomor urut dan masing-masing diberi judul.
BAB IV
TEKNIK PENULISAN
4.1. Lembar Kerja dan Pengetikan
a. Kertas
Kertas yang digunakan ialah A4 (21,0 x 29,7 cm), 80 gram .
b. Bidang Kerja/Marjin
Bidang kerja/marjin yang digunakan pada kertas adalah 4 cm dari sisi kiri dan 3 cm masing-masing dari sisi kanan, sisi atas dan sisi bawah kertas. Khusus untuk halaman dengan judul bab sisi atas diberi jarak 4 cm.
c. Pengetikan
Skripsi harus diketik dengan komputer menggunakan program pengolah kata dengan jenis huruf Times New Roman berukuran memiliki 12 pt. Naskah diketik dua spasi kecuali untuk hal-hal khusus sebagaimana dijelaskan pada bagian Teknik Penulisan. Awal paragraf dimulai 0,5 inchi ke dalam atau pada ketukan ke enam dari batas marjin kiri. Judul tabel, judul gambar dan sejenisnya diketik satu spasi. Judul tabel ditulis di atas tabel sedangkan judul bagan, gambar ataupun grafik ditulis pada bagian bawah. Kata lanjutan setelah tanda koma, titik koma atau titik dua diketik dengan jarak satu karakter dari tanda koma. Kalimat lanjutan setelah tanda titik sebaiknya diketik dengan jarak dua karakter dari tanda titik kalimat sebelumnya.
d. Ilustrasi
Ilustrasi seperti gambar, bagan ataupun tabel harus ditulis pada kertas naskah. Judul gambar/bagan ditempatkan di bawah gambar, sedangkan judul tabel ditempatkan di atas tabel. Ilustrasi tersebut tidak boleh menggunakan kertas grafik atau kertas lain yang ditempelkan pada kertas naskah (kecuali foto atau bahan cetakan).
e. Nomor Halaman
Halaman sampul, judul dan pengesahan tidak dinomori. Halaman abstrak diberi nomor dengan angka arab dan diapit dua tanda kurung. Halaman kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran diberi nomor dengan angka romawi kecil i, ii dan seterusnya. Nomor halaman abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar bagan atau gambar diletakkan di tengah bawah dari naskah.
Untuk halaman naskah yakni dari halaman pendahuluan sampai halaman daftar pustaka serta lampiran-lampiran diberi nomor dengan angka arab tanpa menggunakan titik. Nomor halaman untuk naskah (pendahuluan sampai daftar pustaka dan lampiran) diletakkan pada sudut kanan atas naskah, kecuali untuk halaman-halaman yang memuat judul bab dan daftar pustaka yang harus diletakkan di tengah bawah dari naskah. Setiap judul bab harus dimulai pada halaman baru.
4.2. Teknik Penulisan
a. Angka dan Satuan
Pada awal kalimat tidak dibenarkan menggunakan angka atau lambang. Angka biasanya digunakan untuk menyatakan tanggal, nomor halaman, persentase dan waktu, contohnya : tanggal 1 Mei 2007; halaman 25; 50 %; pukul 14.00 dan sebagainya. Jika dalam suatu kalimat harus diawali dengan suatu lambang atau angka maka harus ditulis dengan huruf, contohnya : Satu kilogram bahan “X” membutuhkan tempat seluas 50 cm2 pada meja itu.
Ukuran ataupun jumlah dapat menggunakan angka sedangkan satuan dapat disingkat tanpa memberi tanda titik pada akhir singkatannya, seperti : 5 cm, 220 V, 10 kg, 10 ha, 8 km dan seterusnya. Untuk angka besar dapat juga menggunakan kombinasi angka dan huruf, contohnya : 1.500.000 ditulis menjadi 1,5 juta.
Hasil pengukuran atau suatu jumlah harus ditulis dengan huruf bila kurang dari 10 dan ditulis dengan angka untuk 10 atau lebih, misalnya : dua orang, tujuh mahasiswa, 10 buah buku. Jika menytakan suatu rangkaian atau deretan dapat menggunakan angka, misalnya ; Pemberian libur kepada karyawan adalah 10 hari, 6 hari dan 4 hari masing-masing untk golongan I,II dan untuk golongan III.
Rumus dan kalimat-kalimat matematika dapat ditulis dengan angka atau simbol-simbol. Apabila rumus atau kalimat matematika tersebut hanya terdiri dari satu baris maka penulisannya harus ditempatkan di tengah-tengah.
b. Singkatan
Singkatan yang boleh digunakan adalah singkatan yang sudah resmi atau lazim digunakan. Untuk menulis singkatan, pertama sekali harus ditulis secara lengkap kemudian diikuti dengan singkatan resminya yang diletakkan di dalam tanda kurung, contoh : Fakultas Ekonomi (FE) merupakan fakultas favorit untuk Perguruan Tinggi di Sumatera Utara. Penulisan selanjutnya dapat hanya menggunakan singkatan FE saja.
c. Penulisan Judul
1) Judul skripsi (pada halaman judul dan sampul) ditulis dengan huruf kapital di tengah atas, jika judul lebih dari satu baris harus diketik berbentuk piramid terbalik.
2) Judul bab ditulis dengan huruf kapital diletakkan pada atas tengah halaman dan nomor bab ditulis dengan angka romawi.
3) Judul sub bab ditulis pada marjin kiri dan didahului dengan huruf urutan (kapital). Jarak sub bab ialah empat spasi di bawah judul bab, huruf pertama setiap kata dalam judul sub bab ditulis dengan huruf kapital kecuali kata sambung. Jarak sub bab dengan teks berikutnya tiga spasi, demikian juga jarak teks dengan sub bab di bawahnya. Berikut ini diberikan contoh penulisan bab dan sub-sub bab yang digunakan.